Pertandingan AC Milan vs Genoa pada pekan ke-19 Serie A 2025/2026 menjadi salah satu laga yang menarik perhatian pecinta Liga Italia. Duel ini akan berlangsung di Stadion San Siro pada Jumat, 9 Januari 2026, pukul 02.45 WIB, dan dapat disaksikan melalui layanan live streaming Vidio. Bagi AC Milan, laga kandang ini bukan sekadar perburuan tiga poin, melainkan ujian konsistensi dalam persaingan papan atas.
Di bawah komando Massimiliano Allegri, Milan menampilkan identitas baru yang lebih pragmatis. Pendekatan tersebut berfokus pada efisiensi permainan, manajemen tempo, serta ketajaman di momen krusial. Strategi ini mulai menunjukkan hasil positif dan membawa Rossoneri tetap berada dalam jalur perburuan gelar.
AC Milan menjalani paruh pertama musim dengan performa stabil. Setelah melewati 17 pertandingan, Rossoneri hanya terpaut satu poin dari puncak klasemen Serie A 2025/2026. Catatan ini memperlihatkan konsistensi yang menjadi fondasi utama tim asuhan Allegri.
Alih-alih mengandalkan dominasi penguasaan bola yang berlebihan, Milan kini lebih mengutamakan efektivitas. Mereka bermain disiplin, rapat saat bertahan, dan cepat saat melakukan transisi menyerang. Filosofi ini membuat Milan mampu mengamankan hasil positif, termasuk dalam laga-laga sulit.
Kemenangan tipis 1-0 atas Cagliari pada pertandingan sebelumnya menjadi contoh nyata. Gol cepat Rafael Leao di awal babak kedua cukup untuk memastikan tiga poin. Setelah unggul, Milan tampil tenang dan fokus menjaga keunggulan hingga peluit akhir.
Kembalinya Massimiliano Allegri ke San Siro membawa perubahan signifikan dalam cara bermain Milan. Pelatih berpengalaman ini dikenal piawai membaca situasi pertandingan dan menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan.
Pendekatan pragmatis Allegri menuntut disiplin tinggi dari setiap pemain. Lini belakang dituntut solid, sementara lini tengah berfungsi sebagai penyeimbang antara bertahan dan menyerang. Di sektor depan, efektivitas menjadi kata kunci, bukan sekadar jumlah peluang.
Hasilnya, Milan jarang tampil flamboyan, tetapi kerap pulang dengan poin maksimal. Model permainan ini sangat cocok untuk kompetisi panjang seperti Serie A, di mana konsistensi sering kali lebih menentukan daripada kemenangan besar sesekali.
Dalam skema permainan Allegri, Rafael Leao memegang peran vital. Kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuan individualnya membuat Leao menjadi senjata utama Milan di sisi sayap.
Leao tidak hanya berkontribusi lewat gol, tetapi juga menciptakan ruang bagi rekan-rekannya. Pergerakannya kerap memaksa bek lawan keluar dari posisi, membuka celah yang bisa dimanfaatkan pemain lain. Melawan Genoa, Leao diprediksi kembali menjadi tumpuan serangan Rossoneri.
Selain Leao, Milan juga memiliki beberapa opsi di lini depan yang siap memberikan dampak. Kedalaman skuad menjadi keunggulan tersendiri bagi Allegri dalam menjaga stabilitas performa tim.
Menjelang pertandingan Milan vs Genoa, kondisi skuad tuan rumah relatif terkendali meski tidak sepenuhnya ideal. Christopher Nkunku masih diragukan tampil akibat masalah cedera, sehingga Allegri harus menyiapkan alternatif lain di lini serang.
Di sisi lain, Niclas Fullkrug berpeluang menjalani старт pertamanya bersama Milan. Penyerang bertipe target man ini bisa menjadi variasi menarik, terutama saat Milan membutuhkan kekuatan fisik dan duel udara di kotak penalti lawan.
Absennya Santiago Gimenez memang mengurangi opsi, namun Milan tetap memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Fleksibilitas inilah yang memungkinkan Allegri menyesuaikan taktik tanpa mengorbankan keseimbangan tim.
Berbeda dengan Milan, Genoa menghadapi situasi yang jauh lebih menantang. Awal musim yang kurang meyakinkan memaksa manajemen melakukan pergantian pelatih, dengan Daniele De Rossi ditunjuk sebagai nakhoda baru.
Pergantian tersebut sempat membawa angin segar. Performa Genoa membaik dalam beberapa pertandingan, namun tren positif itu tidak bertahan lama. Dalam beberapa pekan terakhir, performa mereka kembali menurun dan hasil negatif mulai berdatangan.
Hasil imbang 1-1 melawan Pisa pada laga sebelumnya memperpanjang catatan kurang memuaskan Genoa. Mereka hanya mengoleksi satu poin dari empat pertandingan terakhir, sebuah statistik yang membuat posisi mereka di klasemen tetap terancam.
Salah satu persoalan utama Genoa adalah inkonsistensi. Mereka kerap tampil kompetitif di satu laga, namun kehilangan fokus di pertandingan berikutnya. Masalah ini tidak hanya bersumber dari taktik, tetapi juga mental bertanding.
Melawan tim sekelas Milan di San Siro, Genoa dituntut bermain hampir sempurna. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal, mengingat Milan dikenal efektif dalam memanfaatkan peluang.
Daniele De Rossi kemungkinan akan menginstruksikan timnya bermain lebih rapat dan mengandalkan serangan balik. Namun, strategi ini membutuhkan disiplin tinggi dan koordinasi yang solid di semua lini.
Dari sisi komposisi tim, Genoa juga tidak datang dengan kekuatan penuh. Jean Onana masih membela Kamerun di ajang Piala Afrika, sehingga opsi di lini tengah menjadi terbatas.
Selain itu, beberapa pemain lain berada dalam kondisi kebugaran yang belum sepenuhnya ideal. Situasi ini memaksa De Rossi melakukan rotasi dan memaksimalkan pemain yang tersedia.
Keterbatasan skuad jelas menjadi tantangan besar bagi Genoa, terutama saat menghadapi Milan yang memiliki kedalaman tim lebih baik dan bermain di hadapan pendukung sendiri.
Melihat performa, kualitas skuad, dan faktor kandang, AC Milan jelas lebih diunggulkan dalam laga ini. Pendekatan pragmatis Allegri sangat cocok menghadapi tim yang sedang kehilangan kepercayaan diri seperti Genoa.
Namun, Milan tetap harus waspada. Genoa tidak memiliki banyak beban dan bisa bermain lepas. Jika Milan lengah, potensi kejutan tetap terbuka, meski peluangnya relatif kecil.
Bagi Milan, kemenangan akan menjaga tekanan terhadap rival di papan atas dan memperkuat posisi mereka dalam perburuan gelar Serie A. Sementara bagi Genoa, hasil positif di San Siro bisa menjadi titik balik penting untuk keluar dari tren negatif.
Pertandingan Milan vs Genoa Serie A 2025/2026 menjadi momentum krusial bagi tuan rumah. Dengan performa stabil, dukungan penuh publik San Siro, serta strategi efektif Massimiliano Allegri, Milan memiliki semua modal untuk mengamankan tiga poin.
Genoa datang dengan kondisi kurang ideal, baik dari sisi performa maupun komposisi pemain. Meski demikian, mereka tetap berpotensi merepotkan jika Milan kehilangan fokus.
Secara keseluruhan, laga ini diprediksi akan berjalan dengan tempo terkendali, di mana Milan berusaha mencetak gol lebih dulu lalu mengelola pertandingan dengan cermat. Jika mampu menjaga konsistensi, Rossoneri berpeluang besar melanjutkan tren positif dan tetap berada dalam jalur juara Liga Italia musim 2025/2026.
Prediksi Susunan Pemain Milan vs Genoa
Milan (3-5-2): Maignan; Tomori, De Winter, Bartesaghi; Saelemaekers, Fofana, Modric, Rabiot, Pervis Estupinan; Fullkrug, Leao
Pelatih: Massimiliano Allegri
Genoa (3-5-2): Leali; Ostigard, Marcandalli, Johan Vasquez; Norton-Cuffy, Malinovskiy, Frendrup, Thorsby, Caricol; Colombo, Vitinha
Pelatih: Daniele De Rossi
Head to Head Milan vs Genoa

5 pertemuan terakhir
06/05/25 Genoa 1-2 AC Milan
16/12/24 AC Milan 0-0 Genoa
05/05/24 AC Milan 3-3 Genoa
08/10/23 Genoa 0-1 AC Milan
16/04/22 AC Milan 2-0 Genoa